Desember 27th, 2011 by sandylegia
dakwatuna.com-Perempuan yang baik adalah perempuan yang bagus agamanya, yang dimaksud 'agamanya' adalah agama dalam hati bukan dalam penampilan.Pertanyaan,''Berarti lebih bagus perempuan tdk berkerudungtapi baik kelakuannya , (beragama)daripada perempuanberkerudung yang tidak beragama (tidak baik kelakuannya)?Jawab : ''Yang lebih bagus adalah perempuan berkerudung dan beragama sekaligus''
kenapa ?
Realitas memperlihatkan kepada kita bahwa perempuan berkerudung lebih banyak yang beragama ketimbang perempuan yang tidak memakai kerudung.
Jika ada perempuan tak memakai kerudung tapi beragama(berakhlaq),maka itu adalah pengecualian dari perempuan-perempuan tak berkerudung yang rata-rata kurang berakhlak .
Begitu pula jika ada perempuan berkerudung tapi tidak/kurang beragama,setengahnya lagi adalah hati atau perilaku kesehariannya.
Bila perilaku keseharian seorang muslimah sudah bagus namun belum berkerudung,segera lengkapi dengan kerudung , agar setengahnya terlengkapi dan menjadi begitu sempurna .Begitu pula jika seorang wanita muslimah sudah berkerudung, namun akhlaq atau perilaku kesehariannya masih tidak baik,segera lengkapi dengan akhlaq yang baik,agar setengahnya terlengkapi dan menjadi sempurna.
Jadi, jangan ada lagi orang yang berkata , ''Buat apa berkerudung kalau kelakuan seperti wanita tak beragama(tidak baik)lebih baik tidak berkerudung!''
Solusi yang tepat :
Bagi wananita muslimah yang sudah berkerudung dan merasa kalau akhlaq dan perilakunya masih jauh dari akhlaq wanita muslimah yang sebenarnya,tidak perlu terhasut dengan pernyataan ''Buat apa pakai kerudung,kalau ... dst'' lantas melepas kerudungnya karena malu .
solusi yang bijak adalah,biarkan kerudung itu tetap melekat bersamanya sembari berusaha untuk terus mengadakan perbaikan akhlaq atau perilakunya.
Pernyataan lain :
''Kerudungi hati dulu, baru kerudungi penampilan ".Jika pernyataan ini memang pernah terlontar dan pernah ada, alangkah bijak jika pernyataan ini kita ubah menjadi :" mengerudu hati tak kalah penting dari mengerudungi penampilan ".
tentang pernyataan pertama, dikarenakan perbaikan akhlaq adalah proses berkesinambungan seumur hidup yang jelas bukan instan, dan dikarenakan tak ada yang dapat menjamin bagaimana dan seperti apa hari esok dalam kehidupan kita ?masih di atas bumi kah atau di dalam perutnya?masih memijakkah?atau dipijak ?maka menunda berkerudung dengan alasan memperbaiki akhlaq dulu adalah sesuatu yang tidak semestinya dilakukan oleh wanita muslimah manapun .
''jika berkenan bacalah QS.An-Nur ayat 31,At-Tahrim ayat 5,10,11 dan 12 dan seterusnya .
Pernyataan berikutnya adalah :
Dikatakan bukan wanita muslimah sulit karena tidak pernah mau pakai kerudung ,dikatakan bukan wanita muslimah juga sulit,karena shalat,zakat,dan ibadah-ibadah lainnya tetap dikerjakan,juga akhlaqnya adalah akhlaq wanita muslimah .
Kalau diibaratkan , hal ini seperti bangunan rumah yang tak nampak seperti rumah,namun lebih tampak seperti gudang; berjendela tanpa kaca, tanpa lantai ubin, dan tanpa atap dan seterusnya .
Dikatakan rumah sulit,karena dari luar hampir tak dapat dibedakan dengan gudang.Dikatakan bukan rumah juga sulit, karena ternyata penghuninya lengkap,pasangan suami istri dan satu anak laki-laki.
Jendela berkaca,pintu,dan lantai ubin memang bukan bagian inti dari rumah, tapi tanpa adanya semua itu , sebuah bangunan akan kehilangan identitasnya sebagai rumah, konsekuensinya , orang-orang akan menyangka kalau banguna tsb adalah gudang tak berpenghuni .
kerudung atau jilbab adalah identitas seorang mslimah (wanita beragama islam ).
Kesimpulan
''Identitas seorang wanita muslimah itu adalah jilbab dan akhlaqnya, akhlaq tanpa jilbab kurang,sama kurangnya dengan jilbab tanpa akhlaq''
sippp....
BalasHapussyukron komen ny :)
BalasHapus